Wartadesabelo – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terus berkomitmen memperkuat infrastruktur ekonomi masyarakat pesisir. Langkah nyata ini diwujudkan melalui penuntasan program pembangunan Jalan Tani Tambak dan Gudang Garam Rakyat (GGR) yang berlokasi di Desa Belo, Kabupaten Bima.
Program strategis ini dirancang untuk memotong rantai logistik yang selama ini menjadi kendala utama para petambak ikan, udang, dan petambak garam lokal. Dengan aksesibilitas yang lebih baik dan fasilitas penyimpanan yang memadai, komoditas hasil laut Desa Belo kini memiliki nilai tawar yang jauh lebih tinggi.
Untuk memastikan kesiapan lahan, Tim dari DKP didampingi Pemerintah Desa Belo dan Pemilik Lahan pada hari ini Selasa (23/06/2026) meninjau langsung titik rencana kegiatan.
Kades Belo-Palibelo Akhmad Fansuri berkomitmen untuk terus mendongkrak produktifitas sector pesisir utamanya produksi garam dan bandeng.
“Pemerintah Desa Belo dan Pemerintah Propinsi NTB melalui DKP hadir untuk menjawab kegelisahan petani tambak terhadap ketersediaan Gudang Garam Rakyat dan Akses Jalan Tambak yang memadai dalam rangka meningkatkan pendapatan dan ekonomi masyarakat di pedesaan” ungkap Kades Belo Akhmad Fansuri
“Alhamdulillah Tahun 2026 ini Pemerintah Desa Belo Kecamatan Palibelo mendapatkan program Pembangunan Gudang Garam Rakyat dan Jalan Tani Tambak pada areal Tambak Desa Belo” lanjutnya.
Sebelum adanya program ini, para petambak di Desa Belo kerap mengeluhkan tingginya biaya angkut hasil panen akibat kondisi jalan tambak yang rusak dan berlumpur, terutama saat musim hujan.
Pembangunan jalan tani tambak oleh DKP NTB ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Akses jalan yang kini representatif memungkinkan kendaraan roda tiga hingga truk logistik masuk langsung ke area penjemputan hasil panen.
Tak kalah krusial, pembangunan Gudang Garam Rakyat (GGR) di Desa Belo menjadi jawaban atas masalah klasik yang dihadapi petambak garam, yaitu anjloknya harga saat panen raya akibat ketiadaan tempat penyimpanan (stockpile).
Gudang baru ini dibangun dengan standar yang mampu menjaga kualitas dan kadar air garam rakyat tetap stabil. Fasilitas ini berfungsi sebagai penyangga (buffer stock), sehingga petambak tidak lagi terpaksa menjual garam dengan harga murah kepada tengkulak saat produksi melimpah. Mereka dapat menyimpan hasil produksinya terlebih dahulu dan menjualnya saat harga pasar kembali stabil.
Secara terpisah, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB menegaskan bahwa program intervensi infrastruktur di Desa Belo ini merupakan bagian dari peta jalan (roadmap) modernisasi sektor kelautan dan perikanan di Pulau Sumbawa.
DKP NTB berharap masyarakat dan kelompok petambak di Desa Belo dapat menjaga dan merawat aset infrastruktur yang telah dibangun secara swadaya dan gotong royong, agar manfaat ekonominya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Melalui sinergi pembangunan jalan tambak dan gudang garam ini, Desa Belo diharapkan mampu bertransformasi menjadi salah satu sentra pilar pangan dan garam yang mandiri, sekaligus merealisasikan visi NTB yang maju dan berkelanjutan di sektor pesisir.