Berita Desa

MERAWAT TRADISI MENJAGA LANGIT : LOMBA LAYANG MARA TRADISIONAL RESMI DITUTUP KADES AKHMAD FANSURI

wartadesabelopalibelo — Rangkaian kegiatan Lomba Mara (Layang-layang Tradisional) bertajuk "Merawat Tradisi Menjaga Langit" resmi ditutup pada sore hari ini Kamis (15/10/2026). Acara penutupan yang berlangsung meriah di area lapangan terbuka/persawahan ini ditandai dengan penyerahan piala dan hadiah kepada para pemenang dari berbagai kategori.

Lomba yang telah berlangsung selama dua bulan berturut-turut ini sukses menarik perhatian puluhan pegiat layang-layang tradisional, pengrajin lokal, hingga ribuan warga masyarakat yang antusias memadati lokasi acara. Hampir 4000 Mara yang dilombakan yang pada akhirnya menghasilkan para jawara pada masing-masing Kelas yaitu Kelas A, B, C dan Umum. Lomba ini Tidak hanya menjadi ajang adu ketangkasan menerbangkan layangan, kegiatan ini juga menjadi wahana pelestarian budaya lokal yang kian langka di era modern.

Pelestarian Budaya dan Nilai Keperwiraan

Dalam sambutan penutupannya, Kepala Desa Belo Akhmad Fansuri menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada seluruh Panitia, peserta serta masyarakat yang telah mendukung kelancaran acara. Ia menekankan bahwa Mara bukan sekadar permainan atau hiburan semata, melainkan simbol kebersamaan, ketangkasan, dan keharmonisan manusia dengan alam.

"Melalui tema 'Merawat Tradisi Menjaga Langit', kita ingin mengedukasi generasi muda bahwa warisan leluhur seperti tradisi layang-layang Mara ini memiliki nilai seni, kreativitas, dan nilai gotong royong yang tinggi. Menjaga langit tetap diwarnai tradisi adalah cara kita menghormati identitas budaya," ujarnya dalam sambutan penutupan.

Kompetisi atau Lomba MARA ditentukan oleh Skor teringgi yang dioeroleh pada masing-masing kelas, dan setiap Kelas akan diambil Juara I, II dan III serta Harapan I, II dan III. Selain itu para Juara I dan II pada tiap Kelas akan mendapatkan kehormatan untuk merebut Juara Umum. 

Para pemenang di setiap kategori berhak membawa pulang piala, barang-barang hadiah (Kulkas, Mesin Cuci, Kompor Gas dan lain-lain), piagam penghargaan, uang pembinaan serta Bendera Merah Putih. Salah satu pemenang Juara Umum mengaku sangat bangga dapat berpartisipasi dan berharap ajang seperti ini terus dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya.

Penutupan yang Meriah

Acara penutupan ditutup secara simbolis dengan memberikan kehormatan menerbangkan layang-layang Mara yang mendapatkan Juara Umum dengan nama Dua Putri Satu Putra dengan menerbangkan Bendera Merah Putih dilangit secara bersama-sama oleh Kades Belo panitia dan para tokoh masyarakat setempat. Pekik sorak penonton dan alunan suara khas layangan yang membumbung tinggi di langit sore menjadi penanda berakhirnya perhelatan budaya tahun ini.

Iptu I Komang Sika, SH. MH mewakili Panitia berharap, kesuksesan Lomba Mara tahun ini dapat memicu semangat komunitas lokal untuk terus menjaga warisan budaya sekaligus berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya di Desa Belo Kecamatan Palibelo pada masa mendatang.

Beri Komentar