wartadesabelo – Langkah nyata untuk mengatasi persoalan krisis air bersih di Desa Belo mulai menemui titik terang. Tim Ahli Uji Geolistrik secara resmi telah menyelesaikan survei lapangan dan memastikan titik koordinat yang paling akurat untuk pembangunan sumur bor air bersih pada hari ini Kamis (02/07/2026) yang berlokasi di RT. 02 Desa Belo-Palibelo
Langkah ilmiah ini diambil guna menjamin proses pengeboran nantinya tepat sasaran, efisien, serta mampu menghasilkan debit air yang melimpah dan layak konsumsi bagi warga.
Pengujian geolistrik dilakukan dengan memetakan struktur bawah tanah menggunakan aliran arus listrik. Metode ini berfungsi untuk mendeteksi keberadaan lapisan akuifer (lapisan batuan yang mengandung air) serta memperkirakan kedalaman ideal sebelum alat berat diturunkan ke lokasi.
Ketua Tim Uji Geolistrik menjelaskan bahwa kepastian titik ini sangat krusial untuk meminimalkan risiko kegagalan dalam proyek pembangunan infrastruktur air bersih.
"Kami melakukan pemindaian resistivitas batuan di beberapa titik potensial di Desa Belo. Titik yang kami rekomendasikan dan kunci hari ini memiliki indikasi kuat sebagai sumber air bawah tanah yang stabil. Kami optimis pasokannya mampu memenuhi kebutuhan domestik warga dalam jangka panjang," ujarnya di lokasi survei.
Penerapan teknologi geolistrik dalam pembangunan sumur bor di Desa Belo ini membawa sejumlah dampak positif, antara lain:
- Akurasi Maksimal: Memastikan pengeboran langsung mengenai sumber mata air utama, menghindari risiko sumur kering.
- Efisiensi Waktu dan Biaya: Memangkas durasi pengerjaan karena tim teknis sudah mengetahui estimasi kedalaman yang harus ditembus sejak awal.
- Deteksi Kualitas Air: Membantu menghindari lapisan tanah yang berpotensi mengandung zat besi tinggi atau air payau, sehingga air yang dihasilkan lebih higienis.
Pemerintah Desa Belo bersama tokoh masyarakat setempat menyambut baik rampungnya tahapan krusial ini. Masalah pemenuhan kebutuhan air bersih memang menjadi salah satu program prioritas yang dinanti-nantikan oleh warga.
"Kehadiran Tim Uji Geolistrik ini memberikan kepastian bagi kami. Selama ini, rencana pengeboran sering kali dibayangi kekhawatiran airnya tidak keluar atau asin. Dengan adanya rekomendasi ilmiah ini, pemerintah desa dan warga kini lebih tenang dan berharap pengerjaan fisik bor bisa segera dimulai," ungkap Kepala Desa Belo Akhmad Fansuri.
Program Bor Air Bersih ini Adalah Program Pemerintah Propinsi NTB melalui PUPR Propinsi NTB. Kebutuhan Air Bersih ini di fokuskan kepada Masyarakat Penerima Manfaat yang berada pada Wilayah RT. 01, 02, 03, 04, 05 Desa Belo dengan Jumlah 200 KK.
Pasca-penetapan titik koordinat ini, pihak pelaksana proyek dijadwalkan segera melakukan mobilisasi alat berat ke lokasi untuk memulai proses pengeboran fisik dalam waktu dekat.